ISA Vila Riski sempat tinggal sebulan bersama penyandang disabilitas, di Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Waktu itu, dia mendampingi semua kegiatan para difabel. Banyak ilmu yang diperolehnya setelah pulang ke Jember.
"Terutama rasa syukur yang harus selalu ditingkatkan, karena terlahir dengan fisik yang lengkap," katanya pada Jawa Pos Radar Jember.
Penemuhan Hak Publik harus Dicukupi
Perempuan yang akrab disapa Vila tersebut bersama teman-temannya mendampingi warga difabel. Satu mahasiswa, satu pasien. Disana, Vila ikut semua kegiatan yang dilakukan oleh para penyandang disabilitas. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali." Misal pagi Hari,aktivitasnya memandikan warga difabel yang perempuan,"tuturnya.
Setelah itu, membantu memakai baju sampai berangkat sekolah. Di sekolah juga terus mendampingi aktivitas belajar anak-anak. Mereka sekolah sosial dan keterampilan, tujuanya agar bisa bersosialisasi dan memiliki skill sehingga bisa mandiri.
Praktek yang dilakukan selama sebulan itu menggugah hati mahasiswa jurusan Kesejahteraan Sosial Fisip tersebut. Sehingga, dia menyadari bahwa nikmat yang telah diberikan padanya sangat besar." Saya bersyukur terlahir tanpa kekurangan," ucapnya.
Selain itu, dirinya juga termotivasi untuk ikut membantu para penyandang disabillitas. Karena mereka memang membutuhkan perhatian, mulai dari kegiatan sehari-hari, seperti sekolah, dan makan." Warga difabel itu punya kelebihan yang kadang tidak dimiliki orang lain," jelasnya.
Contoh kecil, ketika berkomunikasi dan akrab dengan mereka, mereka sosok teman yang menyenangkan dan sering membuat tertawa. Berinteraksi dengan mereka memberikan kebahagiaan sendiri." Mereka memang perlu banyak perhatian, sehingga harus ada bimbingan,"terangnya.
Pemerintah diharapkan lebih respek dengan warga difabel. Pemenuhan hak publik bagi mereka harus dicukupi."Seperti fasilitas umum trotoar, atau taman kota yang bisa mereka nikmati," pungkasnya. (gus/hdi)
Sumber: Jawa Pos Radar Jember, 6 November 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar