BAGI Titik Fadriah, kerajinan manik-manik dengan dunia senam adalah dua hal yang sulit terpisahkan.
Potensi Besar di Kerajinan Manik
Keduanya sudah menjadi bagian perempuan asal Mayang ini, dalam beberapa waktu terakhir."Menjadi pengrajin manik-manik, karena suka,"ucap perempuan kelahiran Jember 26 Maret 1980 silam ini.
Sejak dulu dia memang suka dengan berbagai kerajinan ini, termasuk memakainya untuk kegiatan sehari-hari. Baik itu bentuk kalung, gelang dan sebagainya. Akhirnya, beberapa waktu lalu pun mencoba untuk membuat manik-manik ini.
"Kebetulan ada teman yang menawari untuk dibuatkan,"ucapnya.
Ternyata, hasil buatannya tidak kalah dengan kerajinan yang dibelinya. Sehingga dirinya pun mulai berani menjual kerajinannya tersebut." Lumayanah penhasilannya,"ucapnya.
Diakuinya, kegiatan ini cukup memakan waktu. Karena itu, dirinya mengaku terus terang jika belum optiamal untuk menekuni kerajinan ini. Namun Titik mengakui jika akan terus mengembangkan kerajinan ini.
Titik melihat, ada potensi besar menggeluti kerajinan tersebut."Prospeknya cukup bagus, masih banyak yang berminat,"jelasnya. Utamanya untuk yang bermotif etnik khas daerah yang cukup digemari saat ini.
Selain tengah sibuk dengan dunia kerajinan, namun Titik mengaku tidak bisa lepas dari hobinya selama ini yakni mengikuti senam aerobik. Dia mengaku sulit absen olahraga bergerak dengan mengikuti irama musik ini.
"Karena cukup bagus untuk menjaga kesehatan dan badan agar tetap fit,"ucapnya.
Bahkan, kadang saking getolnnya, senam bisa dilakukan hampir tiap hari."Tapi kalau yang rutin seminggu tiga kali. Biasanya setiap senam satu jam,"tuturnya.(ram/hdi)
Sumber: Jawa Pos Radar Jember,14 Januari 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar