Kamis, 02 Maret 2017

Antara TKJ dan Bahasa


MENIMBA ilmu di jurusan pendidikan Bahasa dan Sasta Indonesia dirasa sudah menjadi pilihan yang tepat bagi Tri Wulandari.

Aktif Belajar Sukarela di Antirogo

"Karena saya sejak sekolah juga sudah suka pelajaran bahasa Indonesia," ujar gadis yang akrab disapa Wulan ini. Keinginan menjadi guru bahasa Indonesia itu semakin betambah setelah melihat salah satu saudaranya menjadi guru bahasa Indonesia.


Menurut cewek usia 20 tahun ini, pelajaran Bahasa Indonesia cukup penting bagi para pelajar. "Meski kelihatannya mudah, tapi bahasa Indonesia itu sebenarnya lebih rumit dari pada bahasa Inggris," ukar penggemar desainer muslimah Dian Pelangi ini.

Wulan bisa dibilang mengambil jalur yang jauh berbeda saat memutuskan kuliah di jurusan pendidikan Bahasa Indonesia ini. Sebab, alumnus SMK Nuris ini mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan semasa sekolah dulu. "Awalnya memang agak kesulitan, dari TKJ ke bahasa Indenesia. Tapi kemudian saya menemukan benang merah dari keduanya," tutur mahasiswi FKIP Universitas Jember ini.

Benang merah itu dia rasakan Wulan saat itu mengambil mata kuliah menyimak saat awal kuliah. Mata kuliah tersebut memiliki kesamaan dengan teknik komputer jaringan yang pada intinya terdiri dari input, proses dan output. "Nah kesamaannya, kalau di mata kuliah Menyimak, kita belajar mendengar seksama, mencerna dan kemudian berbicara kembali," ujar bunggsu dari tiga bersaudara ini.

Di sela-sela kesibukan kuliah, Wulan juga aktif menjadi tenaga pengajar sukarela untuk anak-anak SD yang ada di Kelurahan Antirogo, Sumbersari. Setiap akhir pekan, Wulan bersama rekan-rekannya mengajar berbagai mata pelajaran untuk anak-anak yang berasal dari berbagai sekolah tersebut. "Senang sih ngajak anak SD itu. Mereka lucu dan bikin segar pikiran," tutur gadis yang tinggal di Jalan Jawa ini. (mg/cl/hdi)


Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 04 Januari 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar