DHINAR Hastuti Kusumawardhani memulai kariernya menjadi guru Pelita Hati pada tahun 2010 lalu. Baginya, pilihan itu pas karena merupakan satu-satunya sekolah foermal di jember yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi.
Sempat Dipercaya Jadi Kepala
"Di sana kemampuan yang saya miliki bisa lebih berkembang,"katanya pada Jawa Pos Radar Jember.
Terbukti, perjalanan kariernya terus meningkat setiap tahun. Tahun kedua menjadi guru, perempuan kelahiran 4 Desember 1973 tersebut menjadi Teacher Coodinator yang bertanggung jawab pada kegiatan belajar mengajar di semua kelas.
Tantangannya, kata dia, dirinya sebagai guru baru lalu dipercaya amanah tersebut. Sehingga harus memahami kurikulum, mengembangkan wawasan metode pengajaran anak usia dini dan melakukan pengawasan jalannya kegiatan belajar mengajar.
Pengabdian itu tidak sia-sia. Setelah 3 tahun dijalani, Dhinar kembali dipercaya menjadi Kepala Sekolah Level Preschool sampai sekarang. Di sana, alumni Fakultas Sastra Unpad tersebut memiliki kesempatan belajar mengorganisir kegiatan sekolah.
Diakuinya, kebahagiaan terbesar menjadi pendidi anak usia dini adalah melihat keceriaan anak dan rasa percaya diri mereka yang semakin tumbuh."Itu sungguh tidak ternilai harganya," ujar ibu dua anak tersebut.
Para pendidikan anak usia dini, lanjut dia, memiliki tanggung jawab yang tidak kecil, karena diharapkan bisa memberikan pondasi dasar yang kuat bagi kehidupan anak selanjutnya. Tidak hanya dari sisi akademis saja, tapi juga mengajarkan kemandirian, memupuk rasa ingin tahu, keberanian serta menjadi pribadi yang berkarakter.
Untuk itu, istri dari Dheny Mardiono tersebut tak pernah lelah untuk mendidik anak-anak menjadi generasi bangsa yang lebih baik. Yakni peserta didik yang memiliki karakter baik yang dapat membanggakan bangsanya. (gus/cl/hdi)
Sumber: Jawa Pos Radar Jember: 31 Januari 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar