FILM kartun semestinya tidak hanya menjadi hiburan bagi anak-anak, tapi juga untuk media pembelajaran. Itulah salah satu kesimpulan yang diambil Gita Andini Bawano saat menulis skripsi beberapa lalu.
Lulus Kuliah Tepat Waktu
"Saya meneliti pesan moral dalam serial Upin-Ipin pada episode peringatan hari ibu," tutur gadis yang akrab disapa Ndunk ini. Skripsi itu ia tulis sebagai salah satu syarat ketulusan dari Jurusan Televisi dan Film, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember.Menggunakan teori kognitif, Ndunk mengambil objek anak-anak usia 5 hingga 10 tahun dalam media pembelajaran melalui fil kartun asal Negeri Jiran Malaysia tersebut. "Penting juga disadari bagi para orang tua, bahwa tanyangan televisi tidak sekadar hiburan. Sebab media televisi akan memberikan rangsangan pembelajaran bagi anak-anak yang masih dalam proses perkembangan itu," tutur dara kelahiran 8 November 1993.
Ndunk bersyukur, melalui skripsi tersebut, ia akhirnya bisa lulus kuliah tepat waktu, selama 8 semester. Bersama rekan-rekannya, Nduk mengikuti wisuda Universitas Jember pada pertengahan Januari ini. Karena biasanya yang kuliah di sini adalah anak-anak SMK. Sedangkan saya yang adri SMA," ujar Alumus SMAN 1 Situbondo tersebut.
Usai kuliah, rencananya Ndunk ingin berkarir sebagai tenaga pengajar. "Saya ingin jadi Guru Seni. Karena saya juga suka dunia seni, tutur gadis yang tinggal di Jalan Kalimantan ini. (ad/hdi)
Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 28 Januari 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar