Jumat, 10 Februari 2017

Tekuni Bisnis kuliner



DEVI Riskia Rahmi memiliki semangat yang tinggi dalam menekuni bisnis kuliner. Sebab, sejak 2010 lalu dia terus mengembangkan usaha yang masih jarang dilakukan oleh masyarakat.Yakni, makanan khas Jember sebagai oleh-oleh wisatawan.

 Pernah Raih Medali Perunggu di PON Palembang


"Sejak tahun 2010 saya mulai terjun dalam dunia bisnis," katanya kepada Jawa Pos Radar Jember. Selain karena memang kebutuhan ekonomi, dia bisnis untuk meneruskan usaha keluarga di bidang kuliner.

Bagi Devi, perjalanan untuk memilih mandiri dengan berwirausahatidak mudah. Sebab, dia sempat mengalami kegagalan. Tetapi, yang dia yakini, kegagalan dalam bisnis adalah hal biasa. Yang terpenting segera bangkit dari keterpurukan dan tidak putus asa "Kuncinya berbisnis memang tidak mudah menyerah,"tambahnya.

Selain itu, kejujuran menjadi hal penting dalam berbisnis Karena akan mendukung keberlanjutan dan kesuksesan usaha pembelian akan percaya dan selalu menjadi pelanggan tetap.

Selain itu,perempuan kelahiran 23 juni 1979 tersebut mengantakan inovasi menjadi kewajiban dalam bisnis. perusahaan harus bisa memunculkan produk baru yang diminati pasar." Kalau ingin buka puasa, baca potensi pasar dulu," akunya.

Diakuinya, bisnis kuliner merupakan peluang yang masih belum ditangkap oleh semua orang. Padahal, memberikan janji yang cukup menguntungkan jika di kelola dengan cara profesional.

"Dalam satu hari. di sini bisa ada 100 pengunjung yang membeli," akunya.

Tantangan, kata Devi, semakin banyak bermunculan toko oleh-oleh khas Jember, membuat dirinya harus lebih kreatif. yakni terus meningkatkan kualitas produk yang dibuat."Karena yang bisa bersaing hanya kualitas,"tambahnya.

Disamping sebagai pengusaha, Devi juga aktif di pecak silat dan basket. Bahkan, sudah sering meraih juara dalam event perlombaan. Juara terakhir dalam Pekan Olahraga Nasional ( PON ) 2004  di Palembang dengan meraih medali perunggu."pernah juara satu tapak sakti dalam kejurnas di jogja,"akunya.

Sekarang, Devi memilih berhenti di basket dan pencak silat. Meskipun hal itu sudah dilakukan sejak masih di bangku SD" kalau silat kadang hanya melatih
pungkasan.(gus/cl/har)

Sumber: Jawa Pos.Radar Jember Kamis 1 Desember 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar