Rabu, 01 Februari 2017

Total di Dunia Tari


DUNIA tari seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam hidup Citra Nur Anggraeini."Sejak sebelum TK, aku sudah mulai belajar menari," tutur gadis yang akrab dipanggil Citra ini.

Mengajar Tari di Sekolah




Usai menamatkan kuliah di Universias Jember, Citra kini memilih total untuk berprofesi di dunia seni tari. Tidak main-main. Sejak bergabung di sanggar tari dan musik "Svadara" yang didirikan oleh adiknya, Citra dan rekan-rekannya berkesempatan memperkenalkan budaya Indonesia di berbagai ajang internasional."Yang paling berkesan waktu saya ikut partisipasi dalam ajang Folklore Festival di Malaysia tahun lalu," tutur alumnus SMAN 1 Jember ini.

Saat itu, dia bersama timnya ikut serta mewakili Indonesia dalam misi kebudayaan di Sabah Internasional Folklore Festival, yang juga diikuti ribuan peserta dari 16 negara. Jerih payahnya membuahkan hasil, karena timnya meraih penghargaan sebagai salah satu tim terfavorit.

Citra menuturkan, melalui tari bisa memahami berbagai rasa."Karena menari yang baik adalah yang menggunakan rasa, dengan hati. Dari situlah kita memahami kehidupan," kata anak pertama dari dua bersaudara ini.

Darah seni, seolah sudah menurun dari kedua orang tuanya."Karena ibu pecinta sastra dan sekarang mengajar bahasa Indonesia di SMPN 2 Rambipuji. Kalau ayah lebih ke seni lukis," tutur alumnus Sastra Inggris tahun 2013 ini.

Selain sibuk di sanggar tari, saat ini Citra juga fokus mengajar tari di berbagai sekolah. Profesi sebagai guru tari sudah dia tekuni sejak di bangku kuliah dengan mengajar di berbagai sekolah di Jember." Dengan mengajar tari, saya bisa bertemu berbagai macam orang, mulai anak-anak sampai dewasa," tutur gadis asli Jember.

Salah satu cita-cita terbesar Citra adalah ingin menggelar pagelaran bersama Svadara, tentang kebudayaan dan kesenian asli Jember."Saya ingin mempersembahkan sesuatu untuk kota Jember yang saya cintai ini, antara lain memajukan dunia tari di Jember," harap gadis yang berulang tahun setiap 11 Mei ini.

Selain menekuni dunia tari, saat ini bersama adiknya, Citra sedang merintis usaha fashion hijab."Bagi tugas, adik yang tukang desain, aku yang eksekusi alias tukang jahit," pungkas perempuan berusia 28 tahun ini. (mg2/cl/har)

Sumber: Jawa Pos Radar Jember, Sabtu 12 November 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar