Selasa, 21 Februari 2017

Keluarga Pebisnis


STATUSNYA sebagai ibu rumah tangga tak membuat Yuli Kristina, menghabiskan banyak waktunya di rumah. Kerja keras sudah identik dengan kehidupannya.

Tularkan Bisnis ke Anak

Selain sibuk sebagai manajer sebuah lembaga keuangan, Yuli sudah lama merintis bisnis. Bisnis telah menjadi napas di keluarga besarnya. Bagaimana tidak, bungsu dari empat bersaudar tersebut lahir di tengah -tengah orang tua yang berprofesi sebagai pebisnis. "Semua kakak-kakak saya juga bisnis, "katanya.

Ibuknya sudah sejak lama berjualan busana, kendati skala kecil. Sejak Indonesia diterpakrisis moneter 19997 silam, dia memutuskan untuk menjalankan usaha beragam keperluan hidup. Niatnya waktu itu meringankan beban masyarakat yang kesulitan ekonomi.

Sejumlah barang, mulai dari busana hingga kebutuhan dapur dia jual dengan sistem ngangsur. "Bukan kredit lho, tapi nyicil. Saya tidak mengambil bunga dari jualan saya wakru itu," ujar perempuan 44 tahun ini.

Di tengah jalan, usaha yang dijalani itu sempat vakum beberapa waktu. Belakangan dia mulai merintis lagi usaha kain yang bekerja sama dengan salah seorang kenalannya pemilik pabrik kain.

Kendati demikian, Yuli mengakui bahwa dia belum bisa fokus 100 persen di bisnis. Sebab, dia masih mengembang amanah yang berat di tempat kerjanya sekarang." Jika sudah waktunya nanti, saya akan total," akunya.

Selain itu, wanita yang bersuamikan PNS ini juga berkomitmen untuk menularkan semangat bisnisnya kepada anak-anaknya. Hal tersebut dia awali dengan-dengan memfasilitasi salah seorang putrinya berjualan aksesoris. (was/har)


Sumber: Jawa Pos Radar Jember Senin 19 Desember 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar