Selasa, 28 Februari 2017

Bisnis Karikartun


MENEKUNI bisnis berdasarkan pssion menjadi keasyikan tersendiri bagi Farah Aini Astuti. Semula, perempuan yang akrab disapa farah ini mulai menekuni fashion sejak Desember 2013.

Kenalkan Produk Via Media Sosial

"Saya usaha bertiga bareng teman. Konsep kami melakukan re-desain baju lama menjadi fresh dan modis," ujar Farah.


Belakangan ini, Farah juga mulai beralih ke usaha lain yang masih dengan seni, yakni kari kartun (caricartoon). Berbeda dengan karikatur yang sudah lama dikenal masyarakat, pada seni karikartun, tidak banyak bagian wajah yang ditonjolkan.

Seni karikartun adalah gaya lukis lebih mengkartunkan wajah manusia. "Awalnya hobi aja sih, tapi ternyata banyak yang minat dan pesan karya saya sebagi kado," tutur lulusan SMAN 1 Jember ini.

Karena respon pasar yang cukup bagus, farah akhirnya memeberanikan diri membuat brand karikartun sendiri. "Kalau produk saya, teman ke caricartoon on frame, t-shirt,  dan totebag (semacam tas jinjing tangan, red)," ujar alumnus SMPN 2 JEMBER ini.

Meski mengenyam pendidikan formal dari jurusan desain produk di Universitas Paramadina, Farah mengaku belajar otodiak untuk menguasai seni karikartun ini. "Memang tren awalnya banyak di kota besar. Tapi saya lihat di Jember peminat handicraft jenis ini makin banyak," tutur perempuan kelahiran 15 November 1989 ini.

Untuk memperkenalkan produknya, Farah kerap memanfaatkan media sosial. "Saya merasakan kepuasan, saat orang tersenyum melihat karikartun mukanya sendiri," ujar gadis berjilbab ini.

darah seni memang dialirkan dari kedua orang tua Farah. Ayahnya aktif didunia lukis, sedangkan ibunya adalah guru sastra di SMPN 2 Rambipuji. Sejak kecil, ia juga menekuni dunia tari. "Passion saya yang utama sebenarnya adalah menari. Menggambar itu saya kerjakan di sela-sela waktu luang," ujar perempuan asal kaliwates ini.

Prestasi Farah dalam dunia tari, juga tidak main-main. Sejak tahun 2009, Farah sudah berkeliling 10 negara untuk mengikuti pementasan tari tradisional Indonesia. Bersama sang kakak, Farah juga mendirikan sanggar tari.

"Didunia tari, saya juga merasakan banyak kepuasan. Bisa berinteraksi dengan banyak orang, baik saat saya mengajar di sanggar maupun ketika pementasan," ujar bungsu dari dua bersaudara ini. (mg/hdi)

Sumber: Jawa Pos Radar Jember. Sabtu 31 Desember 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar