BERKECIMPUNG dalam urusan dapur menimbulkan kepuasan tersendiri bagi Noverta Caesariana C. Karena itulah, ia bercita-cita menekuni bisnis kuliner."Kuliner itu bisnis yang menjanjikan.
Bahagia Kala Makanan Habis
Karena sampai kapanpun, akan jadi kebutuhan pokok manusia," tutur gadis yanga akrab disapa Etha ini.Tak cuma menguntungkan, bisnis kuliner dipandang Etha cukup mengasyikan."Di kuliner ini, kita berinovasi sesuai kreativitas," tutur gadis berhijab yang juga doyan wisata kuliner ini.
Karena itulah, sejak beberapa tahun yang lalu, Etha mulai menjajal peruntungan di bisnis kuliner."Awalnya tante kasih kepercayaan kelola resto miliknya ke saya. Di situ saya rutin mamasak tiap hari," kata alumnus Hubungan Internasional FISIP Unej ini.
Mengelola restoran milik tantenya, membuat kemampuan memasak Etha bertambah."Karena yang saya masak bukan makanan simpel seperti yang kita makan tiap hari. Setiap menu makanan baru mendorong saya untuk terus belajar," ujar alumnus SMAN 4 Jember ini. Dari situlah, Etha makin mentap meyakini passion-nya di dunia masak-memasak.
Sayangnya, restoran milik tantenya kemudian tutup. Etha akhirnya memberikan diri untuk membuka kedai sendiri dengan memanfaatkan teras di rumah ibunya. Ia membuka kedainya dengan nama Kedai Iga Bakar Tiap Gigi Kelintji."Harapan saya bisa membuka kedai atau restoran di berbagai kota. Ini mimpi saya sedari kecil," tutur gadis yang mengidolakan Chef Cordon Ramsay ini.
Keluarga mendukung penuh tekad Etha untuk menjadi pengusaha kuliner. Selama beberapa tahun terakhir menekuni bisnis kuliner, Etha merasakan ada kepuasan tersendiri yang ia dapat dari respon konsumennya."Ada kebahagiaan ketika makanan yang kita sajikan itu, disantap habis oleh mereka. Itu artinya masakan kita dihargai, karena enak," kata Etha Sembari menyunggingkan senyum manis. Ia juga merasa bersyukur karena dengan berbisnis kuliner, turut membuka lapangan kerja bagi orang lain.
Di sisi lain, dia juga sedih jika tidak bisa sepenuhnya menyenangkan menunggu pesanannya terlalu lama. Biasanya karena order lagi banyak," tutur putri tunggal pasangan Pinky Budi Cahyono dan Arya Yudha Donori ini. (mg/cl/har)
Sumber: Jawa Pos Radar Jember, 21 November 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar