ORCHITA siradj sudah merasakan hasil dari usaha yang dilakukannya. Yakni bisnis online pakaian sejak dua tahun yang lalu. Bahkan dirinya sudah tidak bergantung pada kedua orang tuanya. Karena memiliki penghasilan sendiri setiap bulan.
"Awalnya mulai berwirausaha karena ingin punya uang sendiri,"katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Sempat Rugi karena Tertipu
Meskipun orang tua mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Jember melarang berwira usaha karena khawatir mengganggu kegiatan kuliah. Namun, Chita mampu membuktikan kegiatan barunya tidak menurunkan nilai kuliah di kampus. Justru sebaliknya, dia mendapat nilai yang lebih besar dibanding teman yang lain." Saya merasa sudah malu meminta uang pada orang tua,"akunya.Kegiatan usahanya dimula saat kegiatan pengabdian pondok pesantren modern Gontor putri.dia mencoba menjual bisnis oline dan belajar pada saudara sendiri sampai sekarang."saat di pondok dulu sempat rugi berjualan karena ditipu,"tuturnya.
Chita menambahkan,semangat berwirausaha tidak patah karena mengalami kegagalan. Bahkan, dia semakin tertantang untuk terus mengembangkan bisnis kecil yang digemarinya."Karena tantangannya harus sabar." ujar perempuan berkerudung tersebut.
Setiap hari, kata dia, selalu ada pembeli pakaian yang dipromosikan melalui media sosial tersebut. Menariknya, yang membeli justru banyak dari luar kota jember,"Dari jember juga ada yang membeli," tambahnya.
Selain itu dirinya harus bisa meyakinkan pembeli bahwa barang yang dijualnya berkualitas. Kemudian,menjaga agar pembeli tidak kecewa setelahmelihat barang. Yakni barang sesuai dengan pesanan.
Wirausaha yang di lakukannya merupakan upaya untuk belajar mandiri. Apalagi sekarang sudah menjadi tuntutan untuk bisa kreatif. Ketika lulus, tapi bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. (gus/c1/hdi)
Sumber: Jawa Pos. Radar Jember, 16 Desember 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar