Jumat, 03 Februari 2017

Jaga Komunikasi


BEKERJA jauh dengan rumah dan keluarga memang bukanlah hal yang mudah. begitu juga yang dialami oleh drg Nita Setyowati. Tugasnya sebagai manajer kesehatan PT Daops IX Jember membuatnya jauh dari keluarga.


Tantangan Baru sebagai Manajer Kesehatan

Namun, Nita mengakui meskipun menjadi wanita karier tetap harus menjaga harmonisasi keluarga."Ya kuncinya tetap menjaga komunitas dengan keluarga," ucap perempuan kelahiran 7 Mei 1981 silam.

Pasalnya, dirinya bertugas di Unit kesehatan PT KAI Daops 9 Jember harus meninggalkan keluarga di SUrabaya. Oleh karena itu, hampir tiap hari dirinya berkomunikasi dengan keluarganya yang berada di surabaya.

Apalagi, saat ini sudah didukung dengan kemajuan teknologi yang sudah maju. Baik telepon maupun media sosial yang ada. Sehingga dirinya bisa mengetahui kabar dan berita keluarganya dirinya tetap bisa merasa dekat. Yang terpenting, setiap weekend selalu menyemptkan diri untuk berwisata bersama dengan keluarganya.

Hal ini dilakukan untuk mendekatkan diri dengan keluarga. Alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya. Nita sendiri barubertugas di Jember sejak April 2016 silam. Awalnya, diakuinya cukup berat tetapi kini sudah mulai terbiasa dengan pekerjaan yang dilakukannya.

Apalagi, dirinya berada di tim yang bagus dan kompak di Jember. Sehingga membuatnya nyaman berada di Jember. Ternyata Jember dan masyarakatnya tidak seperti yang dipikirkan sebelumnya. Nita sebelumnya hanya mendapatkan informasi jika di Jember mayoritas orang Madura.

Dirinya sempat mengaku takut kesulitan berkomunikasi. "Tapi ternyata orangnya baik dan ramah kok, makanya senang di Jember," ujar perempuan yang suka traveling tiap akhir pekan ini.

Yang jelas, Nita mengaku saat ini dirinya mengaku mendapatkan tantangan baru sebagai manajer kesehatan. Dirinya kini tengah bergelut untuk meningkatkan kesadaran pekerja di Daops 9 Jember. Karena tidak semua karyawan dan pekerja mengetahui arti penting kesehatan dan keselamatan kerja.

"Ada beberapa pekerja yang belum menggunakan alat pelindung diri atau APD saat bekerja," ucanya. Meskipun kini sudah lebih baik dan banyak pekerja yang sudah sadar dan memakai APD saat bekerja. Selain keehatan dan keselamatan kerja, dirinya juga meningkatkan kesadaran dan derajat kesehatan pekerja. Karena kesehatan itu penting dibandingkan dengan kerugian saat karyawan tidak bekerja karena sakit. (ram/c1/hdi)



Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 18 November 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar