BELAJAR agama di pesantren membuat Faida Ayu Febiyanti merasa nyaman. Sebab, banyak hal yang di dapatkan, terutama tentang ilmu agama dan kewirausahaan. Selain itu, dirinya di beri kebebasan untuk tetap aktif di organisasi.
Istikamah Baca Alquran Satu Juz Sehari
Perempuan yang akrab di sapa fanin tersebut kuliah sambil nyantri di ponpes raden rahmat Sunan Ampel, Kaliurang." Sebenarnya saya ingin mempelajari ilmu agama karena penting," katanya pada Jawa Pos Radr Jember.
Namun, saat itu belum memungkinkan belajar di pesantren. Sehingga memilih belajar di TPQ di sekitar rumahnya, di Desa Pontang Kecamatan Ambulu. Saat lulus, dia memilih sekolah di SMPN 1 Ambulu. "Kalau misalnya tidak lulus sekolah negeri, mau mondok, tapi ternyata lulus," terangnya.
Sehingga dirinya tidak mengenyam pendidikan pesantren hingga lulus SMA. Namun, dia tetap mempelajari ilmu agama, yakni belajar private. Di sekolah juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dakwah dan Paskibraka.
Keinginan untuk belajar ilmu agama terus ada. Namun belum memiliki kesempatan yang tepat belajar di pesantren. Hingga ketika melanjutkan studi di Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jember, Fanin pondok.
Di sana, putri dari pasangan Baidlowi dan Suprihantin tersebut belajar kitab kuning, Al quran dan kegiatan ke agamaan lainnya. Menariknya, juga di ajari menjadi wirausaha sebagai bekal agar hidup mandiri." Hasil dari wirausahan itu untuk pengembangan pesantren," akunnya.
Fanin juga kegiatan memiliki istikamah baca al quran satu juz sehari. aktivitas itu di lakukan bersama teman- temannya." yang bikin nyaman, peraturan di sini tidak terlalu ketat, juga tidak terlalu bebas," jelasnya.
Pesantren mendorong agar para santri mengutamakan kuliah, setelah itu pesantren, lalu aktivitas organisasi. Jika ada kegiatan kuliah,maka harus diutamakan dari kiegiatan kepesantrenan."Kalau ada kegiatan tak bisa ditinggal, harus ijin dulu" tuturnya.
Perempuan kelahiran 20 Februari 1998 itu merasa menemukan aktivitas yang selama ini di cari. Baginya, ilmu agama penting sebagai bekal hidup agar tidak terpengaruh dengan pergaulan bebas. selain itu, untuk menjaga diri,"pungkasnya.(gus/cl/hdi)
Sumber: Jawa Pos. Radar Jember Selasa 6 Desember 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar