BARU beberapa bulan meniti karier sebagai seorang dosen, Tatik Diansari Reskiputri sudah mendapat banyak pengalaman baru.
Pertama Ngajar Mahasiswa Tinggkat Tiga
Tidak hanya dalam hal cara mengajar, tetapi juga menghadapi beragam jenis mahasiswa yang dia temui setiap harinya.Wanita yang kini berkarier di Universitas Muhammadiyah Jember ini memang belum lama lulus dari pendidikan pascasarjananya di Magister Manajemen Universitas Jember. Setelah lulus tahun 2014 lalu, dirinya tak langsung menjalani profesi sebagai dosen.
"Saya baru resmi menjadi dosen dan mengajar mahasiswa S1 sejak bulan September lalu" akunya. Awalnya, passion Tatit bukanlah di dunia perbankan. Berawal dari sanalah kemampuan komunikasinya dibentuk."Karena pernah jadi sudah punya dasar berbicara di depan umum," lanjutnya.
Bungsu dari tiga bersaudara ini mengaku terlahir di keluarga yang memiliki latar belakang pendidikan. Kedua orang tuanya juga merupakan guru, sehingga tak heran jika mereka ingin anak-anaknya meneruskan jejak sebagai seorang pengajar."Tapi kakak-kakak saya lebih memilih menjadi wirausahawan, jadi saya yang terpilih aktif di dunia akademik,"selorohnya.
Menjadi dosen di usia yang relatif masih muda memberikan banyak pengalaman bagi Tatit. Di Unmuh Jember, dirinya menghadapi berbagai jenis mahasiswa baik dari latar belakang, usia, maupun pekerjaan yang berbeda."Ada mahasiswa yang sudah bekerja, dan ada mahasiswa yang hanya beberapa tahun lebih muda dari saya,"kata perempuan kelahiran 21 Maret 1990 ini.
Pertama kali mengajar, tatit langsung didapuk untuk mengajar mahasiswa tingkat tiga. Dia mengaku cukup kaget, kaena mengingat penglaman yang masih nol sebagai pengajar.
"Jadi bukannya ngajar mahasiswa baru atau yang masih muda-muda, tapi langsung semester lima,"kenanganya.
untungnya, kemampuan komunikasinya yang diperoleh dari pengalaman ketika masih di dunia perbankan membantu wanita yang menikah pada tahun 2014 ini untuk mudah beradaptasi. Hal ini membuatnya dekat dengan mahasiswa yang dia ajar."Ada waktunya jadi dosen yang tegas, tetapi juga harus dekat dengan mahasiswa," saranya.
Bagi wanita yang tinggal di kawasan Sumbersari ini, menjadi dosen berarti harus terus belajar seumur hidup. Sebab tak ada kata berhenti untuk menimba ilmu."Dosen itu harus terus belajar supaya bisa menularkan ilmu bagi mahasiswa," pungkasnya. (lin/cl/hdi)
Sumber: Jawa Pos Radar Jember, 22 November 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar