Rabu, 22 Februari 2017

Peduli Petani Tembakau


BANYAK cara yang dilakukan Cristy Antika untuk meningkatkan kesadarana masyarakat akan kesejahteraan petani tembakau di Jember. Salah satunya dengan memberikan berbagai informasi mengenai manfaat tembakau selain rokok.

Kampanye Tolak Anti Tembakau

Sudah sejak 2014 laul, mahasisiwi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember ini prihatin dengan kesejahteraan petani tembakau yang semakin lama semakin tertumpuk. Hal ini disebabkan kuantitas tembakau yang semakin menurun setiap tahunya. "Bahkan tahun 2016 ini nilai ekspor tembakau menurun drastis," ujarnya.


Di tambah lagi kondisi cuaca yang tidak menentu membuat sebagai besar petani tembakau merusi. Harga jual tembakau jelas berkurang. "Tembakau memang bukan tanaman yang sembarangan. Kondisi cuaca amat mempengaruhi kualitas tanaman," terangnya.

Terlebih lagi sebagai besar petai tembakau di Jember sangat menggantungkan kehidupannya pada nilai ekspor tembakau yang dihasilkan dari sawah mereka. Untuk meningkatkan kesadaran tersebut, sulung dari dua bersaudara ini juga bergabung dengan berbagai komunitas yang aktif di bidang tembakau. "Salah satu contohnya komunitas kretek, walaupun di Jember sudah kurang aktif tetapi masih ada,"kata gadis kelahiran 18 Mei 1995 ini.

Dirinya tak menampik jika kini banyak riset yang menjelaskan rokok sebagai penyebab utama kamatian di dunia. Namun demikan, kata Cristy, banyak juga riset yang menjelaskan manfaat kretetk bagi kesehatan. "Produk tembakau tidak hanya rokok saja, tetapi bisa diolah menjadi berbagai produk yang juga bermanfaat bagi kesehatan," lanjutnya.

Menurut dia, ada banyak manfaat yang bisa di peroleh dari tembakau selain diolah menjadi bahan rokok. Terutama jenis kretek, yang dinilai baik untuk kesehatan. Berbeda dengan rokok yang sudah diolah dan ditambah bahan-bahan lain yang merugikan kesehatan, kretek lebih banyak memiliki kandungan rempah-rempah," papar gadis asal Bojonegoro tersebut.

Cristy bersama rekan-rekannya juga telah banyak melakukan kampeye mengenai tolak anti tembakau. Bukan berarti mendukung kampeye rokok, namun lebih ke perhatian terhadap petani tembakau dan hasil panennya. "Bahkan budaya kretek bisa dibilang menjadi salah satu ciri khas di Indonesia," pungkasnya. (lin/c1/hdi)


Sumber: Jawa Pos Radar Jember Selasa 20 Desember 2016


Tidak ada komentar:

Posting Komentar