AWALNYA Silva Nurrahman sama sekali tidak terpikir untuk menyanyi di atas panggung. Meskipun, sejak kelas 1 SMP sudah hobi menyanyi di rumah.
Sudah Mengeluarkan Tiga album
Tetapi, orang tuanya mulai melihat bakat Silvi. Sehingga, beberapa kali dia dipaksa tampil untuk naik panggung di daerahnya. Silvi tetap enggan, hingga pada akhirnya sang ibu mengiming-iminginya dengan uang saku Rp 50 ribu setiap bersedia nyanyi.
Akhirnya, dia melunak dan tergiur. Awal menginjak kakinya di atas panggung adalah saat kelas 3 SMP. Dia tampil di acara hajatan desa dengan menyumbangkan satu lagu dangdut.
Meskipun baru kali pertama, dia mengaku sama sekali tak grogi. Sebab, dia sudah terbiasa bernyanyi dengan disaksikan oleh keluarganya di rumah. Berangkat dari paksaan tersebut, lambat laun Silvi mulai menikmati dunia tarik suara. Hingga pada akhirnya dia kerap diundang menyanyi hingga ke luar kota, seperti Lumajang.
Tak hanya itu, sejak Februari 2016, dia sudah mengeluarkan album perdananya. Album itu berisi campuran lagu dangdut dengan Banyuwangi.
Dia menargetkan bisa mengeluarkan satu album tiap dua bulan. Apa yang dia angankan itu rupanya terwujud. Selang dua bulan, penyanyi dengan nama panggung Silvia Rahma ini bisa mengeluarkan dua album sekaligus. Sehingga, saat ini sudah ada tiga album yang dia rilis.
Rencananya, beberapa hari ke depan album keempat bakal muncul. Sepanjang awal kariernya bernyanyi hingga sekarang, Silvi mengaku mempelajarinya secara otodidak. Hanya, sang kakak yang juga berprofesi sebagai penyanyi kadang-kadang menjadi partner sharing-nya.
Kendati demikian, pelajar kelas 3 SMA ini mengaku tetap menaruh proritas pada kegiatan belajarnya. Diakuinya, tidak mudah untuk bekerja sambil sekolah. Terlebih, usianya masih baru 18 tahun. Namun, komitmen merupakan kunci utama. Tidak jarang dia pulang larut malam selepas menghadiri kegiatan undangan menyanyi.
Tapi, sebagai pelajar, dia tetap bangun pagi untuk ke sekolah. Dari penghasilan menyanyi serta album yang ia hasilkan tersebut, rencananya dia pakai untuk kuliah ke fakultas hukum. Sehingga, dia tak perlu mengandalkan bantuan dari orang tua. (was/cl/har)
Sumber: Jawa Pos Radar Jember, Senin 14 November 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar