
SUPEL. Adalah kesan pertama saat bertemu dengan cewek Khusna Ismiya Yanuasari. Pembawaannya yang supel dengan siapa pun membuat setiap orang yang berinteraksi dengannya menjadi nyaman.
Sedang Merampungkan Studi S2
Karakter itu sudah dimiliki sejak kecil. Praktis, Miya, sapaan akrabnya, mudah bergaul dengan siapa pun. Hingga akhirnya, sarjana pertanian dari Universitas Jember ini memilih berkarir sebagai agen pemasaran sebuah produk nutrisi.Diakui Miya, pekerjaan yang ditekuninya nyaris setahun itu lebih pas dengan dirinya." Sebelumnya saya pernah bekerja sebagai pegawai administrasi. Tapi kok nggak nyaman ya rasanya. Empat bulan saya mengundurkan diri," ujar gadis 23 tahun asal Sragen, Jawa Tengah itu.
Tak ayal, hampir setiap hari Miya mesti bertemu orang baru guna menawarkan produk nutrisi miliknya.Dia kerap masuk dari satu rumah ke rumah lainnya.
Kendati, diakuinya, tak sedikit penolakan yang mesti dia terima. Namun, hal itu dianggap sebagai angin lalu. Yang penting, kesempatannya bertemu dan mengenal orang baru ia manfaatkan dengan sebaik-baiknya."Ndak tahu ya Mas. Pokoknya semacam pleasure tiap kali ngobrol sama orang baru. Penolakan tidak mengubah mood saya," candanya.
Miya juga sadar bahwa anugerah itu tidak dimiliki semua orang. Buktinya, banyak rekannya sesama penjaja produk nutrisi tumbang satu persatu lantaran tak tahan menerima cibiran dari calon konsumen.
Di sela aktivitasnya berkerja, Miya juga sedang berusaha merampungkan studinya di program magister. Saat ini dia tercatat sebagai mahasiswa semester satu program pascasarjana agribisnis Universitas Jember. (was/har)
Sumber: Jawa Pos Radar Jember Senin 26 Desember 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar