Rabu, 22 Februari 2017

Asik Jadi Barista


TIDAK ada batasan gender untuk menjadi peracik kopi profesional, yang disebut berista.Meski perempuan, bukan berarti kalah kemampuan. Begitu yang disampaikan barista muda, Marcellina Wahyu

Mudah Cari Biji Kopi Berkualitas

Perempuan asli Jember yang lahir 2 September 1993 itu mengaku baru kenal kopi sejak setahun silam. Mengenalnya pun terpaksa.Karena saat itu, dia butuh kerja."Saya kerja di kafe. Karena diberi tugas meracik kopi, mau tidak mau saya harus belajar," aku mahasiswa semester akhir di Fakultas Ekonomi, Universitas Jember.



Menjadi seorang barista butuh keuletan belajar. Selain itu, selera tinggi meminum kopi juga perlu ditambah. Sekali memiliki selera tinggi, harga jual kopi yang diraciknya pun, akan terjual mahal."Akhirnya memang butuh sering melakukan eksperimen,"ujarnya.

Anak tunggal pasangan Wahyudi dan Sisilia, mengaku bahwa biji kopi yang sama, namun beda barista bisa saja rasanya akan berbeda. Apalagi, jika sampai beda treatment.

Barista yang tinggal di Jalan Letjen Suprpto, Gang 1 Nomor 44, Jember, itu mengaku bahwa mencari biji kopi berkualitas di Jember sangat mudah.Apalagi, komunitas barista mulai menjamur di Jember."Semisal butuh salah satu jenis biji kopi,tinggal kontak anggota komunikasi pasti ada informasi dan solusi,"katanya.

Sehingga kata Cella, sapaan akrabnya,berbisnis kedai kopi di Jember sangat menjanjikan.Terlebih,budaya masyarakat mengkonsumsi kopi cukup tinggi di Jember. Bagi yang tidak terbiasa meminum kopi, juga bisa disajikan dengan cara yang berbeda pada umumnya. (rul/cl/hdi)

Jember: Jawa Pos Radar Jember Rabu 21 Desember 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar