Sabtu, 11 Februari 2017

TERJUN LAGI KE BADMINTON

 

Riska Amalia mulai menekuni olahraga bulu tangkis sejak masih kelas 2 SD.Dia terinpirasi dari ayahnya yang juga pemain badminton. Dari sana, dia mulai mengasah kemampuannya hingga mengikuti berbagai event  perlombaan


Saat SMA, Jenuuh Main Badminton 

 Awalnya ikut abah bermain bulu tanngkis, lalu diajak bermain," katanya pada Jawa Pos Radar Jember.Perempuan kelahiran Jember 22 juli 1992 itu pun mulai kecanduan. sehingga terus berlatih dan diajari oleh sang ayah.melihat ada potensi, ayahnya memasukkan Riska dalam klub bulu tangkis.


Sejak saat itulah Riska terus berlatih kemampuan dasar badminton selama dua tahun. lalu mengikuti selesiksi pelatihan cabang saat masih kelas V SD."Sempat tidak lolos,tapi lima bulan kemudian ikut lagi dan lolos,"ucapnya.


Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember itu mulai mengikuti lomba di daerah terdekat. hasilnya, sempat meraih juara dua dan tiga dalam event Kejurkab Jember sendiri."Waktu itu masih di bangku sekolah dasar."akunya.


Di SMPN 6 jember, Riska terus mengembangkan bakatnya. Bahkan dia masuk sekolah tersebut melelui cabor olahraga."Juara dan piagam disampaikan dalam pendaftaran orang tua juga mendorong sekolah disana, akhirnya lolos," terangnya.


Di SMP,dirinya pernah meraih juara tiga lomba bulu tangkis tingkat Jawa Timur. sehingga mengharumkan nama sekolah-nya,"suka karena bisa membawa sekolah lebih baik di bidang olahraga,"tuturnya.


Namum, ketika dibangku SMA,Riska merasa jenuh dengan permainan badminton karena sudah belajar sejak masih SD. sehingga dia berhenti dan mulai fokus belajar dan bermain bersama teman-teman sebayanya. Ketika di bangku kuliah,dia mulai aktif lagi."Badminton olahraga yang menantang," ujarnya. karena membutuhkan fisik yang harus terlatih sejak dini. Selain melatih sejak bulu tangkis di klub, dirinya juga kembali memilih aktif di UKM badminton."kembali main karena diminta fakultas pungkasnya. (gus/hdi)


Sumber: Jawa Pos.Radar Jember.Minggu 4 Desember 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar