BERPROFESIONAL menjadi jurnalis menjadi kenikmatan tersendiri bagi Gita Pratiwi." Asyik sih, bisa banyak teman dan pengalaman baru," tutur dara kelahiran 26 Maret 1996 ini.
Terbiasa Bekerja dengan Deadline
Meski baru menjalani profesi ini selama 7 bulan, Gita mengaku banyak mendapat pengalaman baru yang cukup berharga. Ia mengakui, profesi sebagai jurnalis memiliki banyak resiko, seperti jam kerja yang tidak teratur dan harus masuk kerja saat orang lain libur.
"Tapi enaknya kita bisa ketemu dan kenal banyak orang. Sering mengunjungi tempat-tempat baru setiap harinya,"ujar alumnus SMA 1 Rambipuji ini.
Gita juga sudah mulai terbiasa dengan pekerjaan di bawah deadline.Setip harinya, ia ditugaskan untuk mendapatkan minimal dua berita." Suka sedih kalau sehari cuma dapat satu berita," tutur perempuan yang juga ditugaskan sebagai presenter berita di televisi tempatnya bekerja.
Pekejaan memburu berita ini, memiliki tantangan yang ia jalani sebelumnya. setelah lulus SMA Gita sempat bekerja sebagai staf informasi di salah satu pusat perbelanjaan.
"Kalau pekerjaan yang dulu kan lebih terikat pada rutinitas dan sifatnya juga public service," tutur perempuan yang tinggal di Perumahan Griya Mangli ini.
Pengalaman meliputi beberapa kasus hukum, membuat Gita berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dengan mengambil jurusan ilmu hukum." Rencananya sih tahun depan. Biar bisa liputan yang lebih menantang lagi,"tutur putri tunggal pasangan Sugiono dan Titik Harini ini.
Namun ada hal yang membuatnya sedih terkait profesi yang ia jalani saat ini."Sedih kalau ada oknum yang mengatasnamakan wartawan, lalu meminta sesuatu bahkan mengancam kepada narasumber," tutur perempuan yang hobi menggambar ini.
Menurut Gita, tindakkan oknum yang mengatasnamakan wartawan tersebut telah mencoreng profesi waratawan." Karena jurnalis seharusnya profesional. Tidak menerima, apalagi meminta imbalan dari narasumber," tutur penggemar Justin Timberlake ini.
Diakuinya, akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab tersebut, turut mempersulit tugas jurnalistiknya." Jadi kadang ada nara sumber yang enggan memberikan keterangan kepada kita,"pungkas Gita. (mg/cl/hdi)
Sumber: Jawa Pos Radar Jember Sabtu 17 Desember 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar