Jumat, 17 Februari 2017

Jadi Lebih Mandiri


SEBAGAI bungsu dan satu-satunya anak perempuan di keluarganya, tak heran jika setiap aktivitas Nawa Dahana Tribudi Ayu sangat didukung oleh orang tua dan ketiga kakak-kakaknya.

Jangan Ragu Tetap Fokus

Sempat saya berikan masukan sentuhan kemasan, tetapi saat itu dia seolah tidak menghiraukan saran saya sebagai pembimbingnya. Setelah beberapa waktu berjalan, impiannya tidak sesuai dengan kenyataan. Hingga kemarin dia memutuskan untuk mengundurkan diri.


Satu mahasiswi lagi juga mengalami masalah yang sama, yakni barang dagangannya hanya laris di awal. Repeat order sudah tidak ada lagi.Tetapi, dibandingkan dengan mahasiswi yang pertama, dia masih punya semangat untuk tetap melanjutkan program sampai selesai. Saya tidak memberikan bimbingan apa-apa, tidak bersuara apa-apa, hanya menyediankan dua telinga untuk mendengar keluh-kesal dia.

Opsi pertama, dia ingin mengubah produknya supaya tetap laku itu opsi dia pertama. Kedua dia ingin mengubah semua produk dagangannya dengan hal yang sama sekali baru. Alasannya, dia melihat teman-teman yang lain sukses di bidang itu. Dia masih punya modal yang menurutnya bisa dibuat untuk mengubah produk dagangannya.

Saya tidak menjawab secara langsung permasalahannya, tetapi hanya memberikan sebuah cerita yang sederhana. Alkisah hiduplah seekor tikus itu tinggal di sebuah lubang kecil yang berada di samping gedung pertokoan. Suatu hari, tikus itu berjalan-jalan keluar sarangnya, hendak jalan-jalan keliling kota.

Tiba-tiba datanglah seekor kucing yang hendak memangsanya. Terbirit-birit, tikus abu-abu itu lari secepat kilat supaya tidak tertangkap. Beruntunglah, ia selamat. Terengah-engah, sambil Bersembunyi di balik peti kayu di sebuah pasar yang letaknya tak jauh dari sarangnya, si tikus pun berdoa, "Tuhan, aku ini sungguh lemah. Kumohon ubahlah aku menjadi seekor kucing yang kuat supaya aku tidak di kejar-kejar lagi."

Tuhan yang Mahabaik mendengar permohonan si tikus dan kemudian mengubahnya menjadi seekor kucing yang kuat. Dengan gembira, tikus yang telah berubah menjadi kucing itu keluar dari persembunyiannya untuk melanjutkan niatnya semula berkeliling kota. Beberapa hari kemudian, ketika ia sedang asyik bermain di taman, datanglah seekor anjing bertubuh agak besar dan mengejar si tikus yang telah berubah menjadi kucing itu. Ia pun lari pontang-panting dan memanjat sebuah pohon yang tidak terlalu tinggi untuk menyelamatkan diri. Dia atas pohon ia kembali berdoa kepda yang kuasa. "Tuhan, kali ini aku kembali lagi bermohon kepadamu, ubahlah aku menjadi seekor anjing yang kuat supaya aku tidak dikejar-kejar lagi."

Tuhan mendengar permohonannya dan mengubah si tikus menjadi seekor anjing yang gagah. Ahh, betapa senang hati si tikus. Ia yakin kini tidak ada lagi yang akan berani memangsanya. Dua minggu kemudian, Tikus yang telah menjadi anjing itu berjaln-jalan ke sebuah hutan. Entah mengapa ia merasa ada yang sedang memperhatikannya. tak lama, seekor singa mengaum dan mengejarnya dengan beringas. Si tikus berlari secepat mungkin, berlari dan berlari tanpa henti, dan berungtunglah ia selamat lagi. Dengan terengah-engah, ia kembali berdoa kepada Tuhan,

Tuhaaaan..aku lelah dan sesungguh ketakutan. Sekali lagi aku mohon, ubalah aku menjadi seekor singa yang kuat, seekor raja hutan supaya mereka takut kepadaku dan tidak berani macam-macam kepadaku."

Tuhan yang sesungguh baik mendengarkan kembali doa si tikus dan kembali mengubahnya menjadi seekor singa. Namun, belum ada sehari menjadi seekor singa, seorang pemburu datang ke hutang itu dan membidiknya. Dorr!! Terdengarlah suara dentuman senapan yang untungnya meleset. Si tikus yang telah menjadi singa, kembali harus berlari menyelamatkan diri. Dengan sangat ketakutan, ia kembali memohon kepada tuhan,

"Tuhan, ternyata aku ini sungguh lemah. Maafkan jika aku kembali meminta. Biarakn kali ini aku menjadi seorang pemburu yang ditakuti oleh raja hutan sekalipun."

Tuhan mendengarkan doanya dan mengubahnya menjdi seorang pemburu. Tikus yang sudah berkali-kali berubah itu merasa senang. Ia pun juga pulang ke rumah sang pemburu untuk makan malam. Namun, begitu ia sampai, istri dari sang pemburu muncul sambil marah-marah. Hatinya kembali ciut. Ia pun kemudian kembali lagi berdoa,

"Tuhaaaan...ternya aku ini masih lemah.... tolong ubalah aku menjadi isti dari pemburu yang galak ini"

Lagi-lagi Tuhan mendengar permohonannya dan berubahlah tikus itu menjadi istri dari pemburu tadi. Si tikus merasa senang dengan keadaannya. Tapi sayang, kelegaannya hanya sementara. Suatu sore ketika istri sang pemburu ingin memasak makan malam, terperanjatlah ia dan buru-buru naik ke atas meja menghindari sesuatu yang bergerak di dekat bak cuci piring. Ternyata, istri sang pemburu itu ketakutan setengah mati karena melihat seekor tikus!

si tikus pun segera bertindak, "Tuhaaaaaaaaaan, lebih baik aku kembli menjadi tikus saja..." Cerita lama tentang seekor tikus yang tidak puas dengan keadaan dirinya dan selalu membandingkandirinya dengan kesuksesan mahluk lain. Seringkali cerita tersebut memberikan cerminan terhadap diri kita semua.

Soto langganan saya kini sudah tidak ada lagi di tempatnya. Sudah tutup. Padahal, baru buka sekitar enam bulan. Tahun 2016 memang di sebut tahun yang menderita, politik, bencana alam sudah dirasakan oleh kita semua. Sekarang sudah pekan kedua Desember, dua pekan lagi memasuki tahun baru.

Tetaplah mempunyai harapan masa depan itu ada. Jadilah diri sendiri dan kuatkanlah potensimu! Arahkan pandanga dan tatapan lurus ke depan, jangan menoleh, jangan ragu, fokus, fokus, dan fokus! Titik target akan segera tembus. Sustainable jangan dipatahkan, lanjutkan itu. Sampaikan pada Tuhan seperti teriakan sang tikus, "Tuhaaaaaaaaaaaan, lebih baik aku kembali menjadi tikus saja." semoga bermanfaat! (*)

Sumber: Jawa Pos Radar Jember Minggu 11 Desember 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar