LATAR belakang pendidikan hukum tak menghilangi Indayati Mulia SH terjun ke dunia pendidikan. Berkat belajar otodidak cara mendidik anak yg baik, Indayati kini terjun menjadi konsultan edukasi.
Sharing atau Sering Ikut Parenting
Perempuan kelahiran 4 Februari 1981 itu sering memberikan edukasi pada para orang tua, agar tidak salah dalam pendidikan anak-anak. Khususnya anak usia dini.Menurut Indayati, tidak ada sekolah formal bagi orang tua (ortu) dalam mendidik anak. Khususnya bagi pasangan suami istri (pasutri) yang baru menikah."Orang tua itu perlu di edukasi agar tidak salah dalam mendidik anak,"ungkap Indayati kepada Jawa Pos Radar Jember.
Dia menuturkan, orang tua harus mengenali anak sejak usia dini."Ortu harus tahu periode mana untuk men-stimulus anaknya, Termasuk cara stimulus yang benar seperti apa," ungkapnya.
Apalagi, di era digital saat ini yang mengharuskan orang tua tahu betul mengenalkan anak-anaknya kepada gadget."Ortu harus betul-betul tahu waktu yang tepat mengenalkan gadget. Saat ini banyak ortu yang mengenalkan gadget kepada anaknya yang masih sangat kecil,"imbuhnya.
Padahal, idealnya balita dikenalkan gadget setelah usia dua tahun. Gadget yang dikenalkan di bawah 2 tahun tidak baik. Sebab, gedget membunuh rangsangan otak anak. Itu juga bisa memastikan kreativitas, imajinasi anak. Bahkan untuk anak di bawah 4 tahun bisa mengganggu pertumbuhan sel otak anak.
Untuk itu, diperlukan ortu untuk sharing atau sering ikut parenting cara mendidik anak yang benar."Ortu harus sering sharing dengan dengan ortu lain sekaligus harus rajin ikut parenting. Cara ini baik untuk mengetahui cara mendidik anak yang baik," imbuhnya.
Sebab, Indayati banyak menjadi konsultan edukasi melalui cara otodidak dengan sharing dan rajin ikut parenting."Dari parenting itu saya tahu anak-anak perlu distimulus sejak dini.""Itu saya dan berhasil. Anak yang suka dibacakan maka dia akan suka membaca, menulis," imbuhnya.
Dia menjelaskan, anak-anak perlu distimulus untuk datang ke perpustakaan atau toko buku agar suka membaca."Perlu di batasi melihat TV agar anak-anak tidak terlalu banyak melihat TV,"imbuhnya. Sebab, banyak tontonan TV yang tidak mendidik bagi anak-anak.
Dia menjelaskan, bagi anak-anak rumah adalah sekolah pertama. Karena itu, ortu harus tahu betul mendidik anaknya di sekolah pertamanya ini."Anak-anak tidak butuh knowledge saja tetapi juga morality. Makanya ortu punya peran sangat penting dalam mendidik anak-anaknya,"imbuh ibu tiga anak tersebut.
Apalagi, saat ini banyak ibu yang seorang wanita karier. Selain harus mengurus anak juga harus mengurusi pekerjaan. Sehingga, waktu tidak bisa dicurahkan sepenuhnya pada anak.
"Ini perlu strategi yang tepat dalam mengedukasi anaknya sendiri,"terang perempuan berkrudung yang punya hobi menyanyi tersebut. (aro/cl/hdi)
Sumber: Jawa Pos Radar Jember, 23 November 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar